Thursday, February 12, 2015

Cara Melatih Anak Berpuasa

Menanamkan kesadaran anak puasa Ramadhan dapat dimulai secara bertahap dan menyenangkan. Dengan mengajarkan anak puasa sejak dini, mereka akan terbiasa menjalankan ibadah puasa sebagai sebuah kebiasaan dan bukan lagi menjadi tekanan. Hal ini akan bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan spiritual anak di masa mendatang.

Melatih anak puasa adalah bentuk pendidikan kedisiplinan dan keagamaan di dalam lingkup keluarga. Keluarga merupakan landasan dasar tempat anak belajar perilaku.

Langkah pertama yang harus dilakukan, tentu saja memperkenalkan ibadah puasa pada anak yang sudah  cukup mampu untuk  melaksanakan ibadah wajib ini. Kemudian anak-anak perlu dilatih untuk berpuasa. Namun prosesnya harus bertahap agar anak merasa tidak kaget dan tertekan dalam menjalankan puasa.

Siapkan Mental dan Hati Anak

Pada tahap ini, jelaskan secara sederhana tentang makna Ramadhan, apa itu puasa dan pahala bagi yang mengerjakannya.

Ajarkan Niat Puasa

Sebenarnya niat itu letaknya di dalam hati. Namun jika anak dijelaskan seperti ini, tentu akan membingungkannya. Oleh karena itu dalam mengajarkannya, boleh dilafalkan bacaan niatnya.

Kenalkan Anak Tentang Hal-Hal Rutin di Bulan Ramadhan

Hal rutin seperti makan sahur, berbuka dan shalat tarawih haruslah dikenalkan dan ajak anak-anak terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

Lakukan Puasa Bertahap Bagi Anak

Daripada mengatakan “puasa berarti tidak makan sehari penuh” lebih baik katakana “puasa hanyalah mempercepat waktu makan pagi dan menunda makan siang”. Dengan demikian, anak tidak merasa berat melakukannya.

Berikan Semangat dan Motivasi Pada Anak

Berikat hadiah atau penghargaan untuk memotivasi mereka. Penghargaan ini tidak harus berbentuk barang, bisa jadi dalam bentuk pujian, ungkapan rasa senang, serta kedekatan emosi seperti sentuhan, pelukan, atau belaian.

Berikan Menu Favorit dan Bergizi Untuk Anak

Ketika berbuka puasa maka berusahalah untuk menyajikan makanan favoritnya dan perlu juga diperhatikan kandungan gizinya.

Sumber:

Jurnal Halal No. 108 Juli-Agustus Th. XVII Th. 2014

No comments:

Post a Comment