Friday, December 4, 2015

Jejak Kisah Songket

Hampir seluruh daerah di Sumatera, dari Aceh sampai Lampung, memiliki tenun songket. Ada songket Aceh, songket Minang, songket Jambi, songket Palembang, dan songket Lampung. Nah, dari daerah mana songket yang dipunyai di rumah?

Dari manapun songket yang dikoleksi di rumah, kita patut bangga memilikinya. Karena selain cantik, songket yang dibuat dengan proses unik, memiliki makna filosofis yang dalam sehingga bernilai seni tinggi . Makna tersebut tercermin dari motif-motif atau ragam hias yang terdapat di kainnya.

Tapi tahukah, dari mana asal songket? “Songket berasal dari India,” ungkap relawan kain Sativa Sutan Aswar atau akrab disapa Atitje, dalam talkshow yang digelar Komunitas Cinta Berkain di Jakarta, Rabu (7/10). (Baca juga: koleksi songket Lampung terbaru)

Bagimana songket akhirnya bisa sampai ke Indonesia dan menjadi tradisi budaya Indonesa? “Ini berawal dari hubungan dagang antara Cina dengan kerajaan di Jambi pada abad ke-6,” tutur Atitje yang melakukan pembinaan pada perajin songket di Jambi dengan uang dari kantongnya sendiri.
Dari Jambi, kapal-kapal Cina terus berlayar ke India. Balik dari India, kapal singgah lagi ke Jambi sambil membawa kain songket dan ditukar dengan rempah-rempah dari Sumatera. “Berikutnya, orang Sumatera membuat sendiri kain songketnya dengan benang emas dan sutera yang dibawa oleh pedagang dari Cina,” tutur Atitje.

Kain songket Indonesia tentunya berbeda motif dengan India. Bahkan antar daerah di Sumatera hingga per kabupaten, berbeda motifnya. “Perbedaan itu karena adanya geografi yang berbeda antarsatu daerah dengan daerah lainnya. Geografi juga membuat adanya perbedaan budaya, dan itu tercermin pada motif-motif kain songket yang dibuat atau diambil dari ayat-ayat kehidupan,” jelas peraih gelar doktor dengan tesis tentang evolusi industri tekstil abad ke-16. 

Sumber:

http://gulalives.com/

Thursday, December 3, 2015

Songket Kapal Naga


Songket Lampung atau yang dikenal dengan kain tenun tapis, merupakan kerajinan tangan khas masyarakat Lampung.

Motif kain tapis dirangkai dari benang emas pelintir yang dibuat dengan proses sulam tangan.

Motif kapal sendiri memiliki makna yang menggambarkan kejayaan maritim nusantara pada tempo dulu. (Baca juga: koleksi Rumah Tapis Lampung)

- Ukuran panjang = 100 cm dan lebar = 60 cm
- Motif asli sulam tangan dari benang emas
- Khusus untuk hiasan dinding

- Pemesanan dengan menghubungi 085741887228
- Harga Rp 800.000

Pusat Kerajinan Kaligrafi Ayat Kursi

- Ukuran panjang 100 cm dan lebar 60 cm
- Khusus untuk hiasan dinding
- Motif disulam tangan, handmade, bukan bordiran
- 90% kain tenun dihias sulaman benang emas
- Harga Rp 750.000,-

Untuk pemesanan, dengan menghubungi 085741887228

Baca juga info lengkapnya di Rumah Tapis Lampung


Thursday, February 12, 2015

Kain Tapis

Lampung merupakan propinsi yang terletak di selatan pulau Sumatera. Dengan luas mencapai lebih dari 30.000 km persegi. Lampung dikenal sebagai penghasil komoditas perkebunan seperti kopi, karet, gula, dan lada.

Selain kaya dengan komoditas perkebunan, masyarakat Lampung memiliki kebudayaan yang unik dan menarik. Salah satu produk kebudayaan masyarakat Lampung adalah kain tapis, kain tenun yang dihias dengan motif dari rangkaian benang emas. Motif biasanya dirangkai dengan metode sulam tangan. Namun seiring perkembangan zaman, motif dapat juga dibuat dengan teknik bordir.

Kami menyediakan kain tapis yang khusus digunakan sebagai hiasan dinding. Dipigura, kemudian dapat dipajang di ruang tamu, ruang kerja, atau ruang ibadah.

- Panjang kain = 100 cm dan lebar = 60 cm
- Kain dasar tenun merupakan tenunan asli
- Untuk pemesanan dapat menghubungi 085741887228 atau via email andirahmanto2807@gmail.com
- Info lengkap tapis silahkan klik Galeri Kain Tenun Tapis Lampung


Motif Ayat Kursi Bordir
- Motif dibordir
- Harga Rp 250.000,-



Motif Ayat Kursi Sulam
- Motif disulam, tanpa bordiran
- Harga Rp 500.000,-



Motif Ayat Kursi Full Benang Emas
- Motif ditenun
- 90% kain tenun dihias sulaman benang emas
- Harga Rp 700.000,-






Cara Melatih Anak Berpuasa

Menanamkan kesadaran anak puasa Ramadhan dapat dimulai secara bertahap dan menyenangkan. Dengan mengajarkan anak puasa sejak dini, mereka akan terbiasa menjalankan ibadah puasa sebagai sebuah kebiasaan dan bukan lagi menjadi tekanan. Hal ini akan bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan spiritual anak di masa mendatang.

Melatih anak puasa adalah bentuk pendidikan kedisiplinan dan keagamaan di dalam lingkup keluarga. Keluarga merupakan landasan dasar tempat anak belajar perilaku.

Langkah pertama yang harus dilakukan, tentu saja memperkenalkan ibadah puasa pada anak yang sudah  cukup mampu untuk  melaksanakan ibadah wajib ini. Kemudian anak-anak perlu dilatih untuk berpuasa. Namun prosesnya harus bertahap agar anak merasa tidak kaget dan tertekan dalam menjalankan puasa.

Siapkan Mental dan Hati Anak

Pada tahap ini, jelaskan secara sederhana tentang makna Ramadhan, apa itu puasa dan pahala bagi yang mengerjakannya.

Ajarkan Niat Puasa

Sebenarnya niat itu letaknya di dalam hati. Namun jika anak dijelaskan seperti ini, tentu akan membingungkannya. Oleh karena itu dalam mengajarkannya, boleh dilafalkan bacaan niatnya.

Kenalkan Anak Tentang Hal-Hal Rutin di Bulan Ramadhan

Hal rutin seperti makan sahur, berbuka dan shalat tarawih haruslah dikenalkan dan ajak anak-anak terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

Lakukan Puasa Bertahap Bagi Anak

Daripada mengatakan “puasa berarti tidak makan sehari penuh” lebih baik katakana “puasa hanyalah mempercepat waktu makan pagi dan menunda makan siang”. Dengan demikian, anak tidak merasa berat melakukannya.

Berikan Semangat dan Motivasi Pada Anak

Berikat hadiah atau penghargaan untuk memotivasi mereka. Penghargaan ini tidak harus berbentuk barang, bisa jadi dalam bentuk pujian, ungkapan rasa senang, serta kedekatan emosi seperti sentuhan, pelukan, atau belaian.

Berikan Menu Favorit dan Bergizi Untuk Anak

Ketika berbuka puasa maka berusahalah untuk menyajikan makanan favoritnya dan perlu juga diperhatikan kandungan gizinya.

Sumber:

Jurnal Halal No. 108 Juli-Agustus Th. XVII Th. 2014

Keutamaan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan mulia. Bulan ini dipilih sebagai waktu untuk berpuasa dan pada Ramadhan pula Al-Qur’an diturunkan. Allah Ta’ala berfirman, “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah)bulan Ramadhan, bulan di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan bathil). Karena itu, berangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Setan-setan dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, dan pintu surga dibuka ketika Ramadhan tiba. Rasulullah bersabda, “Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.” (HR. Muslim)

Pada bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu lailatul qadar, di 10 malam terakhir di bulan Ramadhan.

Bulan Ramadhan adalah salah satu waktu dikabulkannya doa. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan doa maka pasti dikabulkan.” (HR. Al-Bazaar)

Orang yang berpuasa akan mendapatkan pengampunan dosa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya di masa lalu pasti diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Beberapa amalan utama yang dapat dikerjakan di bulan Ramadhan antara lain membaca Al-Qur’an, sedekah, salah tarawih dan witir, serta iktikaf di masjid pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan.

Sumber:

Jurnal Halal No. 108 Juli-Agustus Th. XVII Th. 2014